Pantat Bahenol Pembantu Muda

Pantat Bahenol Pembantu Muda

Inibokong adalah situs yang menyediakan Cerita Asik Dewasa, Kumpulan Cerita Panas Sex Dewasa dan Foto Hot Bugil, Cerita Tante Girang, Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update.

Pantat Bahenol Pembantu Muda – Namaku Inem, umurku 30 tahun. Aku dikampung bisa dibilang sebagai bunga desa dengan wajah manisku dan tubuh seksiku. Tapi kenyataan tidak sesuai yang aku pikirkan, beberapa kali menikah tapi aku selalu gagal dalam menjalin rumah tangga. Pernikahanku selalu berakhir dengan perceraian. Dengan kondisi ekonomi keluargaku yang kurang mampu, aku bingung bagaimana aku harus mencukupi kebutuhanku dan kedua orang tuaku karena saat aku mempunyai suami aku tidak bekerja. Alasan terhimpit dengan ekonomi keluarga akhirnya aku memutuskan pergi ke kota untuk mencari pekerjaan, apapun itu pasti aku lakukan.

Sesampai dikota, Ternyata ada lowongan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga, mau gimana lagi akhirnya aku menjalaninya. Saat itu aku bekerja disebuah rumah besar tampak seperti orang kaya. Pemilik rumah itu bernama ibu Ika biasa dipanggil Bu Ika. Ibu Ika ini kira-kira berumur 45 tahunan, dan ternyata ibu Ika ini adalah seorang janda. Dengan dua orang anak yang pertama mbak Cika dan yang kedua bernama Mika. Mbak Cika berumur kira-kira 27 tahun, dia ini sendiri bekerja disalah satu perusahaan besar, berkedudukan sebagai manajer. Dan mas Mika ini sendiri masih muda kira-kira 22 tahun, dia masih kuliah.

Pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dituntut harus rajin, harus selalu bangun pagi sebelum orang-orang dirumah pada bangun membuatku terasa sangat lelah karena belum terbiasa. Tapi setelah beberapa bulan kemudian aku sudah mulai terbiasa, setiap pagi aku selalu bangun jam setengah 5 pagi, dan lantas membereskan semua pekerjaan dirumah sampai menyiapkan sarapan untuk mbak Cika Dan mas Mika. Dalam berpakaian aku bisa terbilang sopan dengan rok panjangku, meskipun aku merasa pakaian yang aku kenakan agak ketat tapi aku selalu mendapat pujian dari majikanku yaitu Bu Ika.

Suatu pagi saat aku sedang ngepel, mas Mika yang sedang bangun tidur melihatku. Dengan sambil mengucak mata, mas Mika melihatku. Pertama aku tidak berani melihatnya, tapi setelah agak lama mas Mika yang tak pindah dari tempatnya berdiri aku pun meliriknya, ternyata mas Mika memandangi tubuhku, Aku kembali merunduk. Setelah aku hampir selesai ngepel, mas Mika pun belum beranjak dari tempatnya berdiri. Kemudian timbulah pikiran kotorku untuk mencoba menggodanya, dengan mengedipkan mataku dan menggoyangkan lidahku sambil melihat mas Mika.

Aku melihat wajah kaget dari mas Mika, aku mencoba menebak apa yang dipikran mas Mika, mas Mika terlihat seorang laki-laki yang pagi-pagi sudah nafsu melihat pemandangan seorang wanita seksi. Terlintas dalam benakku kalau aku akan mencoba penis muda yaitu penis mas Mika ini “Shiiiit” ucapku dalam hati. Akupun lekas pergi dari hadapan mas Mika agar pikiran kotorku ini tak berlanjut kemana-mana. Sampai suatu pagi, mereka semua sudah pergi, tinggal Mas Mika dan aku yang ada di rumah, Mas Mika belum keluar dari kamar, menurut Ibu Ika sebelum berangkat tadi bahwa Mas Mika sedang masuk angin, tak masuk kuliah. Bahkan Ibu Ika minta tolong supaya aku memijatnya, setelah aku selesai membersihkan rumah dan mencuci pakaian. “Baik, Bu!”, begitu sahutku pada Ibu Ika. Ibu Ika sangat percaya kepadaku, karena di hadapannya aku selalu nampak dewasa, dengan pakaian yang sangat sopan. Setelah pasti mereka sudah jauh meninggalkan rumah, aku segera masuk kamarku dan mengganti pakaianku dengan rok supermini dan kaus singlet yang ketat dan seksi. Kusemprotkan parfum di leher, belakang telinga, ketiak, pusar dan pangkal pahaku dekat lubang vagina. Rambutku yang biasanya kusanggul, kuurai lepas memanjang hingga sepinggang. Kali ini, aku pasti bisa merenggut keperjakaan Mas Mika, pikirku.

“Mas Mika. Mas Mika!” panggilku menggoda, “tadi Ibu pesan supaya Mbak Nem memijati Mas Mika, biar Mas Mika cepat sembuh. Boleh saya masuk, Mas Mika?” Pintu kamarnya langsung terbuka, dan nampak Mas Mika terbelalak melihat penampilanku.

“Aduh, kamu cantik sekali, Mbak Nem…”
“Ah, Mas Mika, bisa saja, jadi mau dipijat?”
“Jadi, dong…” sekarang Mas Mika mulai nampak tidak sok alim lagi, “ayo, ayo…”,
ditariknya tanganku ke arah tempat tidurnya yang wangi….
“Kok Wangi, Mas Mika?” Rupanya dia juga mempersiapkan tempat tidur percumbuan
ini, dia juga sudah mandi dengan sabun wangi.
“Ya dong, kan ada Nikita Mirzani mau datang ke sini,”.hehehehe..

Inibokong

Kami mulai mengobrol ngalor-ngidul, dia tanya berapa usiaku, dari mana aku berasal, sudah kawin atau belum, sudah punya anak atau belum, sampai kelas berapa aku sekolah. Omongannya masih belum “to-the-point” , padahal aku sudah memijatnya dengan sentuhan-sentuhan yang sangat merangsang. Aku sudah tak sabar ingin bercumbu dengannya, merasakan sodokan dan genjotannya, tapi maklum sang pejantan belum berpengalaman.

“Mas Mika sudah pernah bercumbu dengan perempuan?”, aku mulai mengarahkan
pembicaraan kami, dia hanya menggeleng lugu.

“Mau Mbak Nem ajari?”, wajahnya merah padam dan segera berubah pucat. Kubuka kaus singletku dan mulai kudekatkan bibirku di depan bibirnya, dia langsung memagut bibirku, kami bergulingan di atas tempat tidurnya yang empuk dan wangi, kukuatkan pagutanku dan menggigit kecil bibirnya yang merah delima, dia makin menggebu, batang Penisnya mengeras seperti kayu. Wow, dia melepas BH ku, dan mengisap puting susuku yang kiri, dan meremas-remas puting susuku yang kanan…

“Aaah.. sssshhhh, Mas Mika, yang lembut doooong…” desahku makin membuat
nafasnya menderu…
“Mbak Nem, aku cinta kamu….” suaranya agak bergetar..
“Jangan, Mas Mika, saya cuma seorang Pembantu, nanti Ibu marah,” kubisikkan desahanku lagi…. Kulucuti seluruh pakaian Mas Mika, kaos oblong dan celana pendeknya sekaligus celana dalamnya, langsung kupagut Penisnya yang sudah menjulang bagai Tugu Monas, kuhisap-hisap dan kumaju-mundurkan mulutku dengan lembut dan terkadang cepat.

“Aduuuh, enaaaak, Mbak Nem….” jeritnya. Aku tahu air-mani akan segera keluar, karena itu segera kulepaskan Penisnya, dan segera meremasnya bagian pangkalnya, supaya tidak jadi muncrat. Dia membuka rok-miniku sekaligus celana dalamku, segera kubuka selangkanganku.

“Jilat itil Mbak Nem, Mas Haaaarrr…, yang lamaaa…”, godaku lagi… Bagai robot, dia langsung mengarahkan kepalanya ke Memekku dan menjilati itilku dengan sangat nafsunya.
“Sssshhhh, uu-enaaak, Mas Haaaarrrr… ., sampai air mani Mabk Nem keluar, ya mas Mika”.
“Lho, perempuan juga punya air mani..?” tanyanya blo’on. Aku tak menyahut karena keenakan.
“Mas Mikaaaaa, saya mau keluaaar…” serrrrrr…. serrrrrrrrr. … membasahi wajahnya yang penuh birahi.
“Aduuuuh, enak banget, Mas Mika! Mbak Nem puaaaaaassss sekali bercinta dengan Mas Mika….. Penis Mas Mika belum keluar ya? Mari saya masukin ke liang kenikmatan saya, Mas! Saya jamin Mas Mika pasti puas-keenakan. …”

Kugenggam batang pelernya, dan kutuntun mendekati lubang Memekku, kugosok- gosokkan pada itilku, sampai aku terangsang lagi… Sebelum kumasukkan batang keperkasaannya yang masih ting-ting itu ke lubang Memekku, kuambil kaos singletku dan kukeringkan dulu Memekku dengan kaos, supaya lebih peret dan terasa uuenaaaak pada saat ditembus Penisnya Mas Mika nanti…

“Sebelum masuk, bilang ‘permisi’ dulu, dong sayaaaaaang. ..”, Candaku. Mas Mika bangkit sebentar dan menghidupkan radio-kaset yang ada di atas meja kecil di samping ranjang. Lagunya mana tahaaaan.
“Kemesraan ini Janganlah Cepat Berlalu….. .”
“Permisi, Mbak Nem cintakuuuuu. …”
“Silakan masuk, Mas Mikaaaa Kekasihkuuuuu. ..”, segera kubuka lebar- lebar selangkanganku, sambil kuangkat pinggulku lebih tinggi dan kuganjel dengan guling yang agak keras, supaya batang kenikmatannya bisa menghunjam dalam-dalam. … Srelepppppp. …….. blebessss… ..
“Auuuuuow… .”, kami berdua berteriak bersamaan… ..
“Enaaaak banget Mbak Nem, Memek Mbak Nem kok enak gini sih….?”

Karena Mbak Nem belum pernah melahirkan, Mas Mika… Jadi Memek Mbak Nem belum pernah melar dibobol kepala bayi. kalau pernah melahirkan, apalagi kalau sudah melahirkan berkali-kali, pasti Memeknya longgar sekali, dan nggak bisa rapet seperti Memeknya Mbak Nem begini, sayaaaaang.. . lagi pula Mbak selalu minum jamu sari- rapet, pasti SUPER-PERET. …”, kami berdua bersenggama sambil cekikikan keenakan… Kami berguling-guling di atas ranjang-cinta kami sambil berpelukan erat sekali.

Sekarang giliranku yang di atas. Mas Mika terlentang keenakan, aku naik-turunkan pinggulku, rasanya lebih enak bila dibanding aku di bawah, kalau aku di atas, itilku yang bertumbukan dengan tulang selangkang Mas Pur, menimbulkan rasa nikmat yang Luaaaaarbiassssa Enaaaaaaknya. Keringat kami mulai berkucuran, padahal kamar Mas Mika selalu pakai AC, sambil bersenggama kami mulut kami tetap berpagutan-kuat. Setelah bosan dgn tengkurap di atas tubuh Mas Mika, aku ganti gaya. Mas Mika masih tetap terlentang, aku berjongkok sambil kunaik-turunkan bokongku. Mas Mika malah punya kesempatan untuk menetek pada susuku, sedotannya pada tetekku makin membuatku tambah liar, serasa seperti di-setrum sekujur tubuhku.

Setelah 20 menit aku di atas, kami berganti gaya lagi… kami berguling-gulingan lagi tanpa melepaskan Penis dan Memek kami. Sekarang giliran Mas Mika yang di atas, waduuuuh… sodokannya mantep sekali… terkadang lambat sampai bunyinya Sleb…Sleb…Sleb… Terkadang cepat plok-plok-plok, benar-benar beruntung aku bisa senggama dengan Mas Mika yang begini kuaaaatnya, kalau kuhitung-kuhitung sudah tiga kali air Memekku keluar karena orgasme, kalau ditambah sekali pada waktu itilku dijilati tadi sudah empat kali aku orgasme… benar-benar Memekku sampai kredut-kredut karena dihunjam dengan mantapnya oleh Penis yang sangat besar dan begitu keras, bagaikan lesung dihantam alu, bertubi-tubi. semakin lama semakin cepat….waduuuuhhhhh…Wenaaaaaaaaakkkkk tenaaaaan… …

“Mbak Nem, aku hampir keluaaaaaar nih…!!”.
“Saya juga mau keluar lagi untuk kelima kalinya ini, Mas Haaaaar…. Yuk kita bersamaan sampai di puncak gunung kenikmatan, yaaa sayaaaaanngggg”
“Ambil nafas panjang, Mas Mika… lalu tancepkan Penisnya sedalam-dalamnya sampai kandas…… baru ditembakkan, ya Maaaasss… ssssshhhhhh. …….”

Sambil mendesis, aku segera mengangkat pinggulku lagi, kedua kakiku kulingkarkan pada pinggangnya, guling yang sudah terlempar tadi kuraih lagi dan kuganjelkan setinggi-tingginya pada pinggulku, hunjaman Penis Mas Mika semakin keras dan cepat, suara lenguhan kami berdua Ooohhh…Ooouuuhhh….Ouuuhhhh… seirama dengan hunjaman Penisnya yang semakin cepat.

“Tembakkan sekaraaaaang, Maaaasssss!” , Mas Mika menancapkan Penisnya lebih dalam lagi, padahal sedari tadi sudah mentok sampai ke mulut rahimku…. bersamaan dengan keluarnya air Memekku yang kelima kali, Mas Mika pun menembakkan senjata otomatis berkali-kali dengan sangat kerasnya….

Croooootth….Crooooth…Croooth…Crrrooooott…Crooooth…Crooooth….Croooooth….Seperti orang gila, kami berdua berteriak panjaaaaanggg bersamaan. “Enaaaaaaaaaakkkkk! “….. sekujur tubuhku rasanya bergetar semuanya… dari ujung kepala sampai ujung kaki, terutama Memekku sampai seperti “bonyok” rasanya….. Mas Mika pun rebah tengkurep di atas tubuh telanjangku. …. sambil nafas kami kejar-mengejar karena kelelahan…

Pantat Bahenol Pembantu Muda

“Jangan cabut dulu, ya Maaasss sayaaaang, masih terasa enaknya tunggu sampai semua getaran dan nafas kita reda, baru Mas Mika boleh cabut yaaa.” pintaku memelas. Kami kembali berciuman dengan lekatnya. Penisnya masih cukup keras, dan tidak segera loyo seperti punya mantan-mantan suamiku dulu. “Mbak Nem sayaaaang, terima kasih banyak ya pengalaman pertama ini sungguh-sungguh luar biasa. Mbak Nem telah memberikan pelayanan dan pelajaran yang maha-penting untuk saya. saya akan selalu mencintai dan memiliki Mbak Nem selamanya… .”

Mas Mika cintaku, cinta itu bukan harus memiliki, tanpa kawin pun kalau setiap pagi, setalah Ibu dan Mbak-mbak Mas Mika pergi kerja, kita bisa melakukan senggama ini, saya sudah puas kok Massss. Apalagi Mas Mika tadi begitu kuatnya, setengah jam lebih lho kita tadi bersetubuhnya, Mas! Sampai Memek saya endut-endutan rasanya tadi…..”

“Aku pagi ini tidak pergi kuliah, kebetulan memang ada acara untuk mahasiswa
baru… jadi ndak ada kuliah…”, kata Mas Mika.

“Nah… kalau begitu, Pagi ini kita kan punya banyak waktu, pokoknya sampai sebelum Ibu dan Mbak Mas Mika pulang nanti sore, kita main teruuuusss, sampai 5 ronde, kuat nggak Mas Mika?”, sahutku semakin menggelorakan birahinya. Akhirnya pagi itu aku dan mas Mika melakukan Hubungan Sex dengan puas, tak kuhitung berapa banyaknya, tapi yang pasti lebih dari 5x mas Mika menyemprotkan pejuhnya ketubuhku.

Tamat

 Cara Daftar Sbobet  Daftar Ionclub  Daftar Maxbet  Daftar Akun Maxbet  Bocoran Prediksi Togel  Daftar Klik4d  Majalah Prediksi Bola  Panduan Sbobet Wap  Agen Macaubet  Daftar Lexus88  Daftar Akun Sbobet  Agen Liga365  Daftar Poker8indo  Link Alternatif Sbobet  Daftar S128  Daftar Casino Sbobet  Daftar rolet  Daftar cf88vn  Agen Cf88vn  Rolet Online  Daftar Joker123  Daftar Judi Ikan  Daftar Tembak Ikan  Daftar Akun Joker123  Daftar Poker Place  Daftar Akun Togel Jadul  Cara Main Togel Jadul  Daftar Sabung Ayam

Advertisements